Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Dua-tiga tetes
kemudian jutaan tetesmu
menyerbu hati ini yang sendu.
Dingin sekali,
bahkan sakit sekali,
kau memaksaku
untuk mengatakan Rindu.
Kemarilah Purnamaku
dan duduklah.
kuceritakan dua burung yang kuyup tapi masih saja bernyanyi.
aku cemburu,
sangat cemburu,
karena ternyata kau tak ada,
kau disana bersamanya.
Ingin ku buang semua ini
tapi hujan tak bisa menghapusnya,
hanya sedikit membasahinya
bahkan begitu subur pada akhirnya.


Malang, 1 Maret 17
16.57

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]