Cerita #SejakKecil #2

6:13 PM



Mungkin kebanyakan orang sedari kecil sering diajarkan bahwa keberhasilan dalam hidup adalah ketika kita menjadi kaya akan harta. Pemahaman ini saya kira sudah menjadi pemahaman yang menguniversal dalam masyarakat. Uang adalah segala-galanya yang tidak bisa digantikan oleh apapun bahkan oleh sesuatu yang berhubungan dengan moral.
Kemarin sore saya melihat video di youtube yang mungkin sekarang ini sedang ramai menjadi perbincangan di kota Purwakarta. Tidak lama lagi di kota ini akan ada pemilihan kepala daerah beriringan pencalonan H.Dedi Mulyadi yang berambisi melanjutkan karirnya untuk menjadi gubernur Jabar.

Pemahaman uang adalah segala-galanya yang menguasai pikir manusia sampai saat ini, dijadikan pihak berkepentingan (calon-calon kepala daerah Purwakarta) sebagai peluang untuk melakukan proses politik praktis. Para calon kepala daerah hadir di lingkungan masyarakat kecil bak pahlawan kesiangan membawa uang dan janji-janji langit bahkan tentang surga. Kemudian memberikan lembar-lembar uang pada masyarakat yang saya rasa tidak begitu paham akan maksud dari semua itu. Budak angon, emak-emak di pasar, bapak-bapak tukang ka sawah menjadi representasi dari kepentingan itu sendiri. Tangan kiri ngodok ka pesak, tangan kanan sebagai penyalur lembaran yang mereka katakan sebagai rezeki Allah untuk mereka.

Bagi kami generasi yang pernah belajar ngaji di tajug (langgar: dalam bahasa Jawa) adalah keberuntungan tersendiri untuk mampu menganalisa mengenai kepentingan tersebut. Kami sering diajarkan pak ustad bahwa ketika memberi atau bersedekah, tangan kiri pun jangan sampai mengetahui. Ajaran Pak ustad adalah manifestasi dalam resahnya konstruk yang berkembang di masyarakat. Namun sudah menjadi hukum alam bahwa mayoritas akan selalu menang, begitupun dalam pembentukan konstruk pikir, terlebih pada anak kecil seperti saya.

Ini keresahan akan praktek manusia untuk mendapatkan sebuah kekuasaan, jadi jangan terlalu dianggap serius. Hanya kita sebagai manusia yang ada dalam masyarakat perlu banyak memperhitungkan dalam melakukan sesuatu bahkan memilih pemimpin, jangan dilihat dari seberapa banyak uang yang ia berikan. semoga ini menjadi bahan muhasabah bagi saya pribadi.

You Might Also Like

0 komentar